Maraknya reklame yang nempel disepanjang jalan jurusan Denpasar-Gilimanuk, khususnya yang tanpa ijin alias illegal membuat Bupati Jembrana, I Putu Artha geram. Akibatnya, Selasa(3/5), orang nomor satu di bumi mekepung ini langsung mengutus Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika untuk turun kelapangan.
Setelah tempat-tempat strategis yang disterilkan untuk pemasangan media promosi terutama yang bersifat komersil ternyata banyak dilanggar. Tidak itu saja, disepanjang jalan Nasional jurusan Denpasar-Gilimanuk juga panggung-panggung baliho dari ukuran kecil hingga ukuran baliho raksasa yang kerangkanya terbuat dari besi yang juga milik Pemkab. Jembrana ternyata juga hilang.
Diperbatasan Jembrana-Tabanan misalnya, sebuah panggung baliho yang masih berdiri di sisi selatan jalan, meski kerangkanya masih ada, namun alas kerangka baliho ukuran 4×6 meter yang terbuat dari aluminium ternyata juga sudah tidak ada lagi menempel.
Begitu juga ditempat lain seperti di tikungan Persil GOR kecamatan Pekutatan, lapangan bawah Pekutatan, termasuk panggung baliho yang ada di tikungan desa Yeh Embang kangin kecamatan Mendoyo berukuran 4×6 meter juga tidak diketahui kemana perginya.
Sangat disayangkan, panggung-panggung Baliho yang berada dijalur cukup ramai yakni, di tikungan Pergung dan tikungan di timur kantor Camat Mendoyo. Beberapa panggung baliho berbagai ukuran ternyata juga tidak diketahui sebab musababnya.
Selain panggung baliho yang menjadi sasaran dalam pendataan itu, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika yang diwakili kepala Bidang Komunikasi dan Informatka I Putu Ngurah Wirawan, langsung mendata pemasangan reklame-reklame yang dianggap melanggar aturan.
Selama pendataan berlangsung, puluhan reklama illegal berhasil diketemukan. Tragisnya lagi, selain reklama berupa pamflet dari berbagai perusahaan yang ditemukan tanpa ijin, ternyata pamflet-pamflet itu juga dipasang di pohon-pohon perindang jalan dengan dipaku.
“Kemarin (Senin-red) saya ditelpon pak bupati. Beliau beritahu bahwa sepanjang jalan nasional banyak ditemukan reklame yang ditempel di pohon-pohon perindang jalan. Kami tindak lanjuti dan melakukan pengecekan ke lapangan. Nah…, ternyata apa yang dikatakan pak Bupati itu benar. Reklame berupa pamflet tanpa ijin kita temukan terpaku dipohon-pohon perindang jalan, “ ungkap Putu Ngurah Wirawan.
Wirawan menambahkan, selain ditemukan puluhan reklama illegal dari berbagai perusahaan, juga ditemukan puluhan panggung baliho dari berbagai ukuran setelah dicek ternyata sudah tidak ada bekasnya. “Aduh kasihan…, kok dalam SK Bupati nomor 21 tahun 2007 itu dikatakan ada panggung baliho. Nanti kita laporkan saja dulu kepada kadis kita. Yang penting semua yang menyangkut sarana promosi milik Pemkab sesuai SK Bupati itu kita data dulu sampai klar, “ pungkasnya(Ekawiasa/Humas Jembrana).
Sumber : www.jembranakab.go.id
Watersport Murah + Asuransi + gratis antar jemput :seawalker, parasailing, banana boat, pulau penyu tour, jetski, flying fish, diving, snorkeling, waterski dll
Seawalker atau Marine Walker : berjalan di dasar laut, bisa pakai jilbab, pakaian sopan, kacamata, bernapas seperti di darat
Rafting di lokasi terbaik di Bali :
Wisata Kapal Pesiar (cruise) paling bagus di Bali :
Berbagai pilihan Paket Tour yang BEDA dan dengan harga lebih murah di Bali, banyak pilihan, dan pastinya pelayanan yang ramah dan professional, driver tidak merokok
Tiket Pertunjukan Tari Terpopuler di Bali..Must see!